tatta karima

Aku

  • Aku

Datang lagi

  • ▼  2013 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ▼  Mei (1)
      • Mengasah Kepekaan Nurani Melalui Pendidikan Karakter
    • ►  April (1)

Mau tau ??

Foto Saya
tatta karima
cipinang muara, DKI Jakarta, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Followers

Kamis, 02 Mei 2013

Mengasah Kepekaan Nurani Melalui Pendidikan Karakter


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua .

Kepada Bapak dan ibu guru yang saya hormati dan kepada rekan-rekan senasib, seperguruan, dan seperjuangan yang saya cintai.

Sebelumnya mari kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat allah SWT yang telah menuangkan rahmat, hidayah, serta inayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat bertatap muka diruang yang teduh, nyaman dan tenteram ini dalam keadaan sempurna tanpa kurang suatu apapun.
Tak lupa shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan nabi besar Nabi Muhammad SAW yang senantiasa kita tunggu syafaatnya hingga akhir zaman .

Pada kesempatan kali ini saya akan menuturkan serangkaian kata yang bertemakan “Mengasah Kepekaan Nurani Dengan Pendidikan Karakter.”
Sebelumnya, sudah tahukah anda apa itu nurani dan karakter ?
Sudah tidak asing lagi di telinga kita dengan kata-kata itu.

Nah, kini saya akan menguak tabir di  balik kata nurani. Nurani bukanlah rumus logaritma yang berpangkat ataupun rumus ankutansi yang menggunakan miliyaran nominal,rumit, bukan, itu bukanlah nurani . Nurani berarti cahaya. Hati sendiri berasal dari bahasa arab yaitu “qalbu”. Menurut sebagian pendapat “qalbu” itu memiliki dua pengertian, yang pertama, “qalbu” berarti organ dalam, seperti organ hati dan jantung, dan saudara-saudaranya seperti limpa dan paru-paru. Kedua, “qalbu” yang bersifat rohaniyah, tempat segala menempelnya perasaan dan batin.

Dewasa ini sering kita dengar masyarakat berkata “makan hati nih, gundah, galau, dan kawan-kawannya,” konteks yang dimaksud bukan makan hati yang dimasak segala macam rupa, seperti semur, rica-rica, bukan, bukan itu. Namun yang dimaksud adalah perasaan batin yang melewati mata, hidung, telinga, mulut,dan semua anggota badan, lalu terekam otak, dan bermuara di hati yang mengarah pada alam nyata (‘alamus syahadah). Itulah yang dimaksud nurani.

Di dalam al qur’an surat al qiyamah;14-15 telah disebutkan
“Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya,”
 sudah jelas bukan? bahwasannya allah dapat melihat apapun yang nampak maupun tak nampak dari dalam diri manusia. Allah telah meniupkan cahaya ke dalam hati kita sehingga kita dapat mendeteksi batin dalam radius yang jauh sekalipun. Jika di sangkut pautkan, maka hati sama dengan mata batin atau akal sehat. Hal tersebut yang terkadang membuat hati manusia tidak konsisten. Sebenarnya mata batin kita telah melihat namun akal pikiran kita takut menyampaikan dan berusaha menutupi dengan kebohongan yang justru akan menggerogoti hati itu sendiri.

Qalbu, nurani, ataupun hati memiliki kekuatan yang bermacam, kadang ia temperamental, fluktuatif, emosional, dan pasang surut yang dipengaruhi syahwat. Untuk mencegah perubahan drastis dari hati itu sendiri diperlukan pendidikan, pengarahan, ataupun pembimbingan.

Dari rangkaian kata tadi hanya memaparkan mengenai nurani. Kini kita paparkan pengaruh pendidikan karakter terhadap nurani. Karakter bukanlah kepribadian. Kepribadian dalam diri manusia memiliki 4 tipe, yaitu :
1.      Koleris
Tipe ini bercirikan suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, dan dia menjadi bos atas dirinya.
2.      Sanguinis
Tipe ini bercirikan suka hal-hal yang praktis, selalu bahagia dan ceria, suka sekali dengan kegiatan sosial dan bersenang-senang
3.      Pleghmatis
Tipe ini bercirikan suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan medadak, teman bicara yang enak, dan menyukai hal pasti
4.      Melankolis
Tipe ini bercirikan suka dengan hal detil, menyimpan kemarahan, perfection, suka instruksi yang jelas, dan kegiatan rutin sangat disukai.

            Dari penjabaran tadi adalah mengenai kepribadian. Hakekatnya kepribadian tidak sama dengan karakter. Lalu bagaimana dengan karakter ? Saat manusia belajar mengatasi kelemahannya dan memperbaki kelemahannya lalu memunculkan kebiasaan yang baru yang lebih baik itulah yang dimaksud karakter.

            Lalu, apa hubungan pendidikan karakter dengan kepekaan nurani ?  Jelas berhubungan. Dimana hati yang mengontrol emosional sesorang atau biasa disebut mud, niat/minat sebelum kita melakukan sesuatu hal yang berkarakter. Hati nurani akan nampak atau terpancar dalam sebuah perilaku. Supaya menghasilkan karakter yang bagus maka kita harus membenahi tatanan hati. Menata hati bukan dengan rumus tata nama kimia, namun dengan pendidikan karakter, baik itu formal maupun informal.
           
            Hal yang paling utama dalam pendidikan karakter demi kepekaan hati adalah keluarga, dimana kita dapat mencurahkan segala hal baik dari mata ke mata hingga hati ke hati .
Konsep Birrul Walidaini Ikhsan, berbakti kepada orangtua . Karena merekalah yang senatiasa menginfluens otak, hati, dan pikiran dengan segala hal yang baik sehingga dapat menghasilkan karakter yang baik.
Berkat allah dan orangtua lah kia dikaruniai hati yang murni, suci, sejati, sempurna, dan abadi.


Kata-kata terakhir yang ingin saya ukirkan,
“ Mungkin kamu tidak bisa mengendalikan keadaan, tetapi kamu dapat mengendalikan pikiranmu.
Pikiran positif akan mengantarkan pada tindakan positif, dan tindakan positif akan mengantarkan pada hasil yang positif. “
Tetap benahi hati jika kau ingin memiliki karaktek yang berpribadi .

Cukup sekian rangkaian kata yang dapat saya tuturkan, kurang lebihnya saya mohon ma’af, karena kesalahan semata bermuara pada manusia dan kesempurnaan hanya bermuara pada Allah SWT semata.

Akhiru kalam, wabillahitaufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam nurani berkaraktek.

Diposting oleh tatta karima di 21.09
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Maaf kalo promosi, tapi cara yang sedikit kena ke hati mungkin ESQ.... pernah ngikutin acara itu dan emang menarik sih haha :D visit ya www.ipb.ac.id

27 November 2013 pukul 03.54

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
@ 2011 tatta karima; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog